Bendul Merisi Utara VIII No. 8
Surabaya - Jawa Timur

SEJARAH YAYASAN AURICA

Pada akhir Desember 1999, beberapa orang tua yang merasa tidak puas dengan penanganan anak mereka yang mengalami gangguan pendengaran, berkumpul.

Read More

VISI MISI YAYASAN AURICA

Menjadi Lembaga Yang Memberikan Layanan Habilitasi/Terapy dan Layanan Pendidikan Tanpa Diskriminasi

Read More

KEPENGURUSAN KB-TK

Struktur Pengurusan KB - TK Aurica

Read More

Pendidikan Anak Usia Dini

 Lanjut Baca

KB-TK AURICA

Yayasan Aurica didirikan tahun 2004. Semula berupa perkumpulan orang tua yang anaknya mengalami gangguan pendengaran yang dibentuk tahun 1999. Tujuannya adalah melakukan kegiatan parents support group dan sosialisasi penanganan gangguan pendengaran melalui metode Auditory Verbal Therapy (AVT). Kegiatan parents support group dilakukan di RSUD dr Soetomo & RS HCOS Surabaya. Sejalan dengan semakin berkembangnya kegiatan, akhirnya dilegalkan dalam bentuk yayasan pada tahun 2004 dengan nama yayasan Aurica. Kegiatan utamanya adalah melakukan habilitasi gangguan pendengaran dengan metode AVT.

Lanjut

AUDITORY VERBAL THERAPY

AVT (Auditory Verbal Therapy) adalah metode pembelajaran yang ditujukan bagi anak gangguan dengar.

Lanjut

KATA MEREKA

Tentang Yayasan Aurica

Satu untuk Aurica, luar biasa dan rekomendasi. Sekolah dengan dedikasi untuk anak Surabaya. Didampingi pendidik dan yayasan dengan loyalitas khusus untuk anak berkebutuhan khusus.

Syaiful Bachri
Ketua LPA

Disekolah KB – TK Aurica ini ada layanan terapisnya, ada layanan bermainnya, ada lanyanan Sensori Integrasinya, sehingga anak anak disana senang dalam mengikuti Pembelajaran, dan khususnya anak anak yang berkebutuhan khusus sangat terbantu dengan sistem pendidikan inklusif yang diterapkan

Danang Sasongko
Sekjen Komnas Perlindungan Anak Prov. Jatim

Selain layanan terapi AVT, di Yayasan Aurica juga menyediakan layanan Kelompok Bermain dan Taman Kanak Kanak dalam program Pendidikan Inklusif, yang memberikan kesempatan anak anak Berkebutuhan khusus, khususnya anak gangguan pendengaran untuk belajar bersama dengan teman reguler sebayanya.

Ima Kurrotun Ainin, M.Pd
Dosen S1 Pendidikan Luar Biasa – Universitas Negeri Surabaya

LAYANAN KAMI

PENGAYAAN

Read More

HABILITASI PENDENGARAN

Read More

HABILITASI PENDENGARAN

Read More

TERAPI OKUPASI

Read More

TERAPI INTEGRASI

Read More

PENGAYAAN

Read More

Tips Untuk Orangtua Dalam Menumbuhkan Rasa Percaya Diri pada Anak 🤩

Oleh Andini 

 

Di tahun pertamanya, yang bisa dilakukan oleh orangtua adalah memberikan kehangatan kepada anak. Seperti memberikan pelukan, dekatkan diri pada anak anda dan memahami bagaimana emosi yang anak tunjukkan. Dengan begitu, anak akan mulai percaya terhadap orang tuanya.

Pada usia 1 hingga 3 tahun, biarkanlah anak untuk mengeksplorasi lingkungannya. Teruslah dukung anak Anda untuk terus berkarya dan melakukan hal-hal baru. Usahakan untuk tidak menggunakan kata “jangan” tanpa memberikan alasannya. Karena anak akan merasa tertutup apabila ia sering dilarang dalam melakukan suatu hal baru. Jika anak banyak dilarang, rasa keingintahuannya akan menurun. Selain itu ajarkan anak bertanggung jawab atas kesalahannya. 

Saat anak sudah diatas 3 tahun, sebagai orangtua selalu memberikan pujian di setiap tindakan baik yang dilakukannya. Selalu mendukung apapun kegiatan positif yang dilakukan anak. Serta bebaskan anak untuk memulai memilih keinginannya sendiri, agar anak akan mulai mandiri dan merasa bahwa ia sudah bisa mengatur dirinya sendiri.

 

 

Oleh Bunda Lilis Yayasan Aurica

Siswa autistik sering harus berjuang keras agar dapat tetap duduk , tetap fokus dan bertahan dalam mengerjakan tugas.Lima pilihan di berikan untuk membantu para siswa " bertahan " dalam situasi spt tersebut di atas.

  1. BERIKAN MEREKA KESEMPATAN UNTUK " MENYIBUKKAN DIRI " misal siswa yg senang menggenggam bola, berikan ia bola berbentuk globe pada saat seluruh kelas sedang belajar tenrang bumi.
  2. PERBOLEHKAN MEREKA UNTUK MENGGAMBAR ATAU MENCORAT CORET Memperbolehkan siswa menggambar juga merupakan teknik yg efektif, misal memberi kesempatan untuk menggambar di sebuah buku, menulis di buku atau mewarnai di lembar kerja.
  3. BIARKAN MEREKA BERJALAN- JALAN. Beberapa siswa bekerja lebih baik bila mereka boleh beristirahat diantara serangkaian tugas, dan boleh melakukannya dengan gaya mereka srndiri ( berjalan - jalan, mengangkat tubuh, atau srkedar berhenti berkerja ). Adapula yg perlu beristirahatdg betjalan selama beberaoa detik samoai 15 mnt.
  4. BERIKAN PILIHAN TEMPAT DUDUK. Tempat duduk yg tepat mungkin bukan hal pertama yg dipertimbangkan guru ketika ia membuat perencanaan bagi siswa autistik.
  5. MINTA BANTUAN PADA SISWA TERSEBUT. Tergantung usia siswa, guru bisa meminta siswa untuk menjelaskan keadaan dan mencari tahu apakah ia memiliki ide- ide untuk memperbaiki keadaan. Bila siswa belum mampu berkomunikasi , para guru bisa meminta bantuan keluarga